Berapa lama proses tanaman padi tumbuh dan cara pemupukan padi yang benar

Berapa lama proses tanaman padi tumbuh


Berapa lama proses tanaman padi tumbuh? Padi ialah tanaman yang penting di Indonesia. Padi hasilkan beras. Banyak warga Indonesia yang mengkonsumsinya. Padi bisa tumbuh di wilayah panas dengan curahan hujan tinggi. Wilayah khusus pemroduksi padi ialah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa tengah, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.


Karawang, Jawa Barat, dikenali sebagai lumbung padi nasional. Perkembangan padi dipisah jadi 3 tahapan besar. Pertama kali, benih atau biji padi ditempatkan ke karung goni dan dipendam satu malam di di air mengucur agar perkecambahan benih terjadi bertepatan. Seterusnya, benih-benih ini ditanamkan di tempat sebentar. Bibit yang sudah siap dipindahkantanamkan ke sawah. Biji atau benih barusan akan tumbuh berkecambah sampai ada ke atas. Akan akar dan tunas mencolok keluar. Lantas, batangnya memanjang. Petani mengaliri, memberikan pestisida dan pupuk pada tanaman ini. Seterusnya, tanaman padi berbunga sampai gabah masak, berkembang penuh, keras, dan warna kuning. Gabah ialah bulir padi yang terbungkus dalam sekam (kulit padi). Gabah ini nanti yang hendak jadi benih kembali.


Berapa lama proses tanaman padi tumbuh? 

Tahapan perkembangan padi berjalan di antara 110 hari sampai 130 hari. Sesudah panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling hingga sekam (kulit padi) lepas dari didalamnya. Sisi isi berikut, yang warna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan juga hitam, yang disebutkan beras.


Jadi jika di tanya tentang berapa lama proses tanaman padi tumbuh?
Jawabannya adalah: Tahapan perkembangan padi berjalan di antara 110 hari sampai 130 hari.


Cara pemupukan padi yang benar

cara pemupukan padi yang benar

Cara Pemupukan Padi yang benar pada umumnya dibutuhkan dalam hampir semua sawah. Terkecuali di beberapa daerah tertentu yang mempunyai tanah yang sangat subur karena itu pupuk tak perlu diberi. Jika tempat tidak begitu subur pemberian pupuk perlu diberi dengan kandungan yang pas agar tanah bisa subur tetapi struktur dan kualitas tanah selalu terlindungi.

Mengenali Cara Pemupukan Padi berdasar Babak Tumbuh Padi yang benar


Mengenali babak pertumuhan padi Cara Pemupukan Padi sebenarnya bisa diberi dengan efisien jika ketahui usia dan babak tanaman padi. Babak tanaman padi mencakup babak persemaian, babak vegetatif, babak generatif reproduktif dan babak generatif pematangan. Pupuk seharusnya diberi secara terencana berdasar babak tanaman padi hingga jumlah diberi dengan tepat.


Cara Pemupukan Padi yang Benar untuk Dipraktikkan


Cara Pemupukan Padi diberi memakai jumlah tertentu dengan memerhatikan keadaan tanah dan keperluan tanaman. Babak tumbuh dan tipe padi yang berbeda memengaruhi pemupukan. Pada umumnya pemberian pupuk pada tanaman padi bisa diterangkan seperti berikut.

1. Mengenal Tipe Pupuk Tanaman Padi


Pupuk Tanaman Padi Pada umumnya ada dua jenis pupuk yang dibutuhkan dalam cara pemupukan padi yang maksimal, yakni pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik misalkan pupuk hijau, pupuk kompos dan pupuk kandang.

Pupuk anorganik berbentuk nitrogen (N), pupuk posfat (P), pupuk kalium (K) dan pupuk lain yang mengandung elemen hara micro. Seharusnya pupuk organik dan pupuk anorganik sama digunakan.

Pupuk anorganik tidak baik digunakan secara terus-terusan karena bisa kurangi kualitas tanah dan membuat tanah jadi padat. Agar kualitas tanah bisa kembali baik dan jadi gembur, karena itu perlu diperlengkapi dengan pupuk organik.

2. Mengenal Keperluan Tanaman Padi


Pada umumnya cara pemupukan padi membutuhkan zat elemen N, P dan K. Elemen N lebih sering diperlukan tanaman padi dibandingkan elemen P dan K. Elemen N berperanan dalam perkembangan tanaman, klorofil, dan membuat gabah.

Elemen P bermanfaat untuk tenaga tanaman agar tanaman padi dapat hidup dan tumbuh dengan masak. Elemen K sebagai zat simpatisan dan mekanisme imun agar tanaman tidak gampang terserang penyakit dan berperanan dalam hasilkan gabah yang berkualitas baik.

3. Jumlah untuk Tanaman Padi

Jumlah bisa ditetapkan berdasar hasil ton gabah. Satu ton gabah umumnya membutuhkan elemen hara N sekitar 17,5 kg (sama dengan pupuk urea 39 kg), elemen hara P sekitar 3 kg (sama dengan pupuk SP36 sekitar 3 kg), dan elemen hara K sekitar 17 kg (sama dengan pupuk KCL sekitar 34kg). Jika gabah yang dibuat makin banyak memiliki arti pupuk yang dibutuhkan semakin banyak

4. Pupuk Susulan I


Pupuk dasar bisa diberi saat bibit tanaman padi dipindahkan untuk ditanamkan di sawah dalam usia lebih kurang 10 hari setelah tanam. Hal itu karena pada umur 10 hari mulai berkembang akar dan daun tanaman hingga peresapan zat hara lebih berperan optimal.

Jauhi untuk memberikan pupuk dasar pada umur tanam 0-5 hari karena tanaman padi belum juga kuat untuk terima pupuk, apa lagi jika pupuk memiliki kadar nitrogen tinggi. Pupuk yang diberi yakni sekitar 75 kg urea, 50 kg KCl dan 100 kg SP-36 per hektar.


5. Tentukan Keperluan Elemen Hara N secara Teratur memakai BWD


Cara Pemupukan Padi bisa dilaksanakan lebih irit jika teratur memeriksa keadaan tanaman memakai BWD (Bagan Warna Daun). BWD sebagai tanda berupa kartu dengan kemunduran warna hijau yang terbagi dalam rasio 1-6 untuk ketahui kandungan keperluan elemen N tanaman padi.

Triknya yakni mengambil secara random sekitar 20 lembar daun tanaman padi selanjutnya samakan dengan rasio warna pada BWD. Jika rerata daun padi ada di rasio 3, memiliki arti tanaman padi perlu diberi pupuk N. Jika rerata daun memperlihatkan rasio 4-6 karena itu tanaman padi kekurangan elemen N hingga pupuk diberi semakin banyak.

Jika keadaan daun ada pada rasio 1-3 jadi tidak perlu dikasih pupuk N karena kandungan N dalam tanah masih lumayan. Pengawasan memakai BWD dilaksanakan 7 hari sekali semenjak 14 hari sesudah tanam. Jika kekurangan N berikan pupuk Urea 70 kg per hektar.

6. Pupuk Susulan II


Cara Pemupukan Padi seterusnya dilaksanakan pada tanaman padi saat mencapai umur minggu ke 3 atau di hari ke 21 setelah tanam, yakni sesudah petani ngarambet atau pengoyosan. Saat ngarambet akar tanaman padi putus hingga tanaman padi lebih lakukan peresapan zat hara dengan maksimal.

Ketika yang sama tanaman padi bisa juga membuat anakan dengan hasil optimal. Pupuk yang diberi ialah pupuk urea 150 kg per hektar.

7. Pupuk Susulan III


Pupuk susulan III bisa diberi pada tanaman padi yang telah masuk minggu ke 6 atau pada umur ke 42 setelah tanam yakni saat tanaman ada pada keadaan perubahan babak vegetatif ke generatif.

Pemberian pupuk Susulan III Perubahan keadaan berikut yang membuat tanaman padi membutuhkan zat gizi yang banyak. Pertanda yang ada yakni padi yang mulai keluar atau hamil. Pupuk yang diberi ialah pupuk urea 75 kg dan pupuk KCl 50 kg per hektar.

8. Jumlah Keseluruhnya untuk Tanaman Padi


Secara kasar keperluan per satu hektar sawah bisa dihitung sekitar 300 kg pupuk urea, 100 kg pupuk SP36 dan 100 kg pupuk KCl. Cara Pemupukan Padi yang benar tidak bisa dilaksanakan secara paten, karena pemupukan memiliki sifat relatif.

Faktor-faktor bisa jadi perhatian untuk pemberian pupuk misalkan cuaca, keadaan tanah, varietas tanaman dan lain-lain. Pengawasan memakai BWD dengan sesuaikan keadaan bisa mengirit pemupukan.

9. Pemberian Pupuk dengan Efektif 


Cara yang penting diingat dalam memberinya pupuk pada tanaman padi yakni pupuk seharusnya ditebar dan digabung rata dengan tanah lumpur sawah. Dapat dilaksanakan dengan cara menggaru agar pupuk tidak lenyap.

Jauhi memberikan pupuk pada kondisi air mengucur agar pupuk selekasnya diserap tanah dan tidak lenyap terlarut dibawa air mengucur.

10. Tempatkan Jerami ke Tanah Sawah


Tempatkan Jerami ke Tanah Sawah Cara Pemupukan Padi dapat dilaksanakan lebih efektif jika petani tidak membakar jerami tetapi mengembalikannya ke sawah. Pembakaran jerami menyebabkan keadaan tanah sawah yang menyusut kesuburannya karena zat elemen hara pada tanah turut terbakar.

Disamping itu kontur tanah jadi memadat. Sekitar lebih kurang 80% elemen K yang diserap tanaman padi diletakkan dalam jerami hingga jika jerami dibalikkan ke sawah maka menambahkan elemen hara dan membenahi susunan tanah sawah. Jika jerami dibalikkan ke sawah, jadi tidak perlu menambah pupuk elemen (K).

Begitu cara pemupukan padi yang bisa diterapkan secara efisien. Janganlah lupa memadankan pupuk organik sebagai pengimbang pupuk anorganik. Ingat untuk teratur memeriksa keadaan tanaman padi supaya terlihat dan keperluan gizinya bisa disanggupi secara cukup tidak berlebihan.
LihatTutupKomentar