Apakah Doa Iftitah Wajib? Berikut Menurut 4 Mazhab

Apakah doa iftitah wajib Berikut Menurut 4 Mazhab


Apakah doa iftitah wajib? - Doa iftitah ialah doa yang dibaca dalam sholat sesudah takbiratul ihram saat sebelum surat Al Fatihah. Ada ketidaksamaan hukum di kalangan 4 mazhab berkaitan hukum Apakah doa iftitah wajib dalam membacanya.

 

Dalam beberapa hadits, seperti Bukhari dan Muslim dalam Muttafaqun 'Alaih, Rasulullah biasa membaca doa iftitah sejenak sesudah takbir.

 

كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا كبَّر في الصلاة؛ سكتَ هُنَيَّة قبل أن يقرأ. فقلت: يا رسول الله! بأبي أنت وأمي؛ أرأيت سكوتك بين التكبير والقراءة؛ ما تقول؟ قال: " أقول:... " فذكره

 

"Biasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam setelah bertakbir ketika shalat, ia diam sejenak sebelum membaca ayat. Maka aku pun bertanya kepada beliau, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat. Apa yang engkau baca ketika itu adalah:... (beliau menyebutkan doa istiftah)" (HR. Muttafaqun 'alaih).

 

Bacaan doa iftitah

Sebelum masuk pada hukum apakah doa iftitah wajib, kita kenali bagaimana doa iftitah itu sendiri. Ada banyak versi doa iftitah yang diberikan Rasulullah. Satu diantaranya yang mengambil sumber dari Abu Hurairah ra dalam riwayat Bukhari dan Muslim seperti berikut:

 

: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

 

Arab-latin: Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa'adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khotoyaaya bil maa-iwats tsalji wal barod.

 

Maknanya:  "Ya Allah, jauhkan lah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkan lah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cuci lah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun." (HR. Bukhari 2412 & Muslim 1382).

 

Apakah doa iftitah wajib?

Yang banyak menjadi pertanyaan yaitu Apakah doa iftitah wajib? Baik, mari kita simak penjelasannya dari 4 mazhab berikut ini. Diambil dari buku Kitab Sholat Empat Mazhab oleh Syeikh Aburrahman Al-Jaziri, menurut ke-3 imam dari mazhab Hanafiyah, Syafi'iyah, dan Hambaliyah hukum membaca doa iftitah ialah sunnah. Sedangkan, imam Malikiyah mengatakan jika hukumnya makruh.

 

1. Hukum doa iftitah menurut Imam Hanafiyah, Syafi'iyah, dan Hambaliyah

Menurut imam Hanafiyah, Syafi'iyah, dan Hambaliyah membaca doa iftitah hukumnya sunnah baik untuk imam, makmum, dan orang yang sholat sendirian (baik fardu atau nafilah). Tidak disunnahkan untuk makmum membaca doa iftitah sesudah imam mengawali bacaan dalam tiap rakaat, baik dengan suara keras atau samar.

 

Lalu, apakah doa iftitah wajib? dan bagaimana membaca doa iftitah bagi makmum masbuk?

 

Untuk makmum yang tergabung sesudah imam membaca surat Al Fatihah, jadi tidak perlu membaca doa iftitah. Saat itu, bila makmum itu ketinggalan satu rakaat dan ikuti imam pada rakaat ke-2 nya, maka disunnahkan untuknya untuk membaca doa itu sebelum imam mengawali bacaan Al Fatihah. Ini berlaku untuk selanjutnya.

 

Ketidaksamaan apakah doa iftitah wajib dari ke-3 imam itu ada pada redaksi (bacaan) doa iftitah. Imam Hanafiyah memiliki pendapat jika bacaan doa iftitah ialah seperti berikut:

 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إلَهَ غَيْرُكَ

 

Arab-latin: Subhaanaka allahumma wa bihamdika wa tabaarakasmuka wa ta'aala jadduka walaa ilaaha ghairuka.

 

Maknanya: "Maha suci Engkau Ya Allah dan dengan pujianMu, Maha Suci namaMu dan Maha Tinggi keagunganmu. Tidak ada tuhan Selain Engkau."

 

Kata kunci terkait : apakah doa iftitah wajib, apakah sholat sunnah wajib membaca doa iftitah, apakah doa iftitah wajib dibaca saat sholat, apakah wajib membaca doa iftitah, apakah bacaan iftitah itu wajib, apakah wajib membaca doa iftitah saat sholat sunnah, apakah membaca doa iftitah itu wajib, doa iftitah wajib, doa iftitah wajib atau sunnah, kapan doa iftitah dibaca dalam sholat, apakah sholat sunnah membaca doa iftitah, apakah membaca doa iftitah itu wajib, doa iftitah apakah wajib atau sunat, apakah shalat sunat wajib baca doa iftitah, apakah shalat sunnah wajib baca doa iftitah

 

Apakah sholat sunnah wajib membaca doa iftitah

Dan imam Syafi'iyah menjelaskan bacaan doa iftitah seperti berikut:

إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

 

Arab-latin: Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wamahyaaya wa mamaati lillaahi robbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wabidzaalika wa ana awwalul muslimiin.

 

Maknanya: "Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri."

 

Sedangkan Hambaliyah memiliki pendapat jika bacaan doa iftitah sebagai halnya disebut oleh Hanafiyah. Tetapi, dibolehkan memakai bacaan dari Syafi'iyah.

 

2. Imam Malikiyah

Menurut golongan Malikiyah, apakah doa iftitah wajib membaca doa iftitah? Menurutnya hukumnya makruh karena beberapa teman dekat meninggalkannya, meskipun hadits yang mengatakan hal itu kisahnya sahih. Malikiyah mengarah pada Malik ra. yang mengatakan jika hukum bacaan itu mandub.


Macam macam Doa Iftitah dan Syarat Kesunnahannya

Selain apakah doa iftitah wajib, berikut doa iftitah banyak memiliki shighat (bentuk) berdasar kisah-riwayat hadits. Setelah itu, kitab Nihâyatuz Zain mengatakan beberapa dari beberapa bentuk doa iftitah itu:

 

  • Macam macam doa iftitah sesuai sunnah yang pertama
    وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
  • Macam macam doa iftitah sesuai sunnah yang ke-2
    الْحَمْدُ لِلهِ حَمْداً كَثِيْراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيْهِ

  • Macam macam doa iftitah sesuai sunnah yang ke-3 ,
    اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا

  • Macam macam doa iftitah sesuai sunnah yang ke-4,
    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ غَسِّلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ.

  • Macam macam doa iftitah sesuai sunnah yang ke-5,
    اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ رَبِّيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ذُنُوْبِيْ جَمِيْعاً فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ وَاهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ، لَا يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِيْ يَدَّيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

 

Telah dipandang cukup (telah mendapat kesunnahan) dengan membaca salah satunya dari doa-doa iftitah di atas, namun yang paling utama ialah membaca semua sekaligus untuk orang yang shalat sendiri atau jadi imamnya para jemaah yang ikhlas shalatnya lama. Syekh Nawawi banten menjelaskan:

 

وبأيها افتتح حصلت السنة. ويسنّ الجمع بينها لمنفرد وإمام قوم محصورين راضين بالتطويل

“Sudah mendapatkan kesunnahan dengan membaca salah satu doa (dari doa-doa iftitah di atas). Dan disunnahkan untuk membaca semua bagi orang yang shalat sendirian dan yang menjadi imamnya kaum yang terhitung jumlahnya rela shalatnya lama.” (Muhammad bin Umar bin Ali Nawawi Banten, Nihâyatuz Zain, Songqopuro Indonesia, al-Haramain, cetakan pertama, halaman 62)

 

Syarat-Syarat Sunnahnya Membaca Doa Iftitah

Apakah doa iftitah wajib? Hukum kesunnahan membaca doa iftitah mempunyai empat persyaratan. Bila salah satunya persyaratan tidak tercukupi, maka kesunnahan membaca doa iftitah jadi gugur atau hilang.

 

  1. Shalat yang dilakukan selain shalat mayat, meskipun shalat jenazahnya di atas makam atau shalat ghoib (mayatnya ada di wilayah yang jauh dari wilayahnya orang yang menshalati)
  2. Waktunya cukup buat kerjakan shalat (dan membaca doa iftitah). Bila waktunya sempit atau mendesak, maka tidak boleh membaca doa iftitah bahkan juga harus melakukan yang wajib-wajib saja.
  3. Saat jadi makmum tidak khawatir ketinggal beberapa surat al-Fatihah andaikan dia membaca doa iftitah.
  4. Saat jadi makmum, dia tidak menemui imam di selain posisi berdiri. Bila dia jadi makmum masbuq dan menjumpai imam di selain posisi berdiri seumpama ruku', sujud dll, jadi tidak disunnahkan membaca doa iftitah, namun dia langsung susul ke status imam. (Muhammad bin Umar bin Ali Nawawi Banten, Nihâyatuz Zain, Songqopuro Indonesia, al-Haramain, cetakan pertama, halaman 62)

 

Selain apakah doa iftitah wajib, yang penting jadi perhatian ialah, semestinya seorang sesudah takbiratul ihram langsung membaca doa iftitah. Karena, bila sebelum membaca doa iftitah, dia membaca bacaan-bacaan yang lainnya seumpama ta'awudz, basmalah atau yang lain, baik menyengaja atau lupa, maka kesunnahan membaca doa iftitah jadi hilang sia-sia.

 

Syekh an-Nawawi berbicara,

 

ويفوت دعاء الافتتاح بالشروع فيما بعده عمداً أو سهواً

 

“Kesunnahan doa iftitah menjadi hilang sebab membaca perkara-perkara setelahnya (seperti ta’awudz dan basmalah).” (Muhammad bin Umar bin Ali Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, Songqopuro Indonesia, al-Haramain, cetakan pertama, halaman 62)


Sekedar tambahan tentang kasiat atau anjuran untuk membaca doa iftitah dalam sholat, berikut penjelasan dari Gus Baha. 


Berikut perihal apakah doa iftitah wajib yang telah kami jelaskan diatas, Mudah-mudahan shalat kita dijadikan oleh Allah Swt sebagai shalat yang sempurna amin ya rabbal alamin.

Wallahu a'lam.

LihatTutupKomentar