Amaliah puasa beserta doa awal dan akhir tahun baru islam 2022 (SURO)

Amaliah puasa beserta doa awal dan akhir tahun baru islam 2022

Sesaat lagi kita akan masuk tahun baru islam 2022 Masehi atau tahun baru 1444 Hijriah, persisnya pada Sabtu 30 Juli 2022 mendatang. Sebagai umat Islam, sebaiknya kita akhiri tahun ini dengan doa permohonan ampun terhadap Allah atas kekeliruan dan dosa yang telah lalu, dan meminta supaya Alllah swt bisa menerima sesedikit apa saja amal kebaikan yang sudah kita lakukan.

Doa itu sebaiknya dibaca sejumlah 3x saat sebelum magrib pada hari akhir bulan Zulhijjah, yang di tahun ini bertepatan pada 29 Juli 2022. Dikutip dari NU Online Ini Doa Rasulullah saw di Akhir Tahun, doa ini tercantum oleh Sayid Utsman bin Yahya dalam karyanya yang berisi kumpulan doa, dengan judul Maslakul Akhyar.

Namun alangkah baiknya jika dibarengi dengan melaksanakan puasa sunnah akhir dan awal tahun hijriyah. Adapun hadis yang dkutip dari NU Online sebagai berikut :


Sunah Puasa Akhir Tahun Muharram

Kesunahan puasa akhir tahun mendapatkan legalitasnya berdasarkan hadits shahih:

 

عَنِ  ابْنِ عَبَّاس مَرْفُوعًا:مَنْ صَامَ آخِرَ يَوْمٍ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ وَأَوَّلَ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ فَقَدْ خَتَمَ السَّنَةَ الْمَاضِيَةِ وَافْتَتَحَ السَّنَةَ الْمُسْتَقْبَلَةِ بِصَوْمٍ جَعَلَ اللهُ لَهُ كَفَارَةً خَمْسِينَ سَنَةً . أخرجه السيوطي في اللآلي المصنوعة 

Artinya: Diriwayatkan dari Imran bin Al-Husain RA, dari Nabi SAW bahwa ada orang bertanya kepada beliau, atau beliau bertanya kepada seseorang, sementara Imran mendengarnya. Lalu Rasulullah bersabda: Wahai abu fulan, apakah kamu puasa akhir bulan (Sya’ban) ini?’—Abu An-Nu’man berkata, ‘Saya duga maksudnya adalah bulan itu.’ As-Shalt bin Muhammad berkata: Maksud dugaan An-Nu’man adalah bulan Ramadlan.—Orang yang ditanya oleh Nabi SAW menjawab: Tidak wahai Rasulullah. Nabi SAW menyambungnya: Apabila kamu tidak puasa, maka puasalah dua hari (sebagai gantinya). As-Shalt tidak mengatakan redaksi: Saya menduganya itu adalah bulan Ramadlan. (HR Bukhari). 


Disunahkan Puasa Awal Tahun Hijriyah

Sementara kesunahan puasa awal tahun hijriyah sangatlah jelas haditsnya, yakni hadits mengenai anjuran berpuasa dalam hari-hari bulan Muharram, sebagai halnya diriwayatkan:

 

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رضى الله عنهما: عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: أَنَّهُ سَأَلَهُ أَوْسَأَلَ رَجُلًا وَعِمْرَانَ يَسْمَعُ فَقَالَ: يَاأَبَا فُلَان، أَمَا صُمْتَ سَرَرَ هَذَا الشَّهْرِ؟—قَالَ: أَظُنُّهُ. قَالَ: يَعْنِي رَمَضَانَ.—قَالَ الرَّجُلُ: لَا يَارَسُولَ اللهِ. قَالَ: فَإِذَا أَفْطَرْتَ فَصُمْ يَوْمَيْنِ. لَمْ يَقُلِ الصَّلْتُ أَظُنُّهَ يَعْنِي رَمَضَانَ. رواه البخاري. 

Artinya: Diriwayatkan dari Imran bin Al-Husain RA, dari Nabi SAW bahwa ada orang bertanya kepada beliau, atau beliau bertanya kepada seseorang, sementara Imran mendengarnya. Lalu Rasulullah bersabda: Wahai abu fulan, apakah kamu puasa akhir bulan (Sya’ban) ini?’—Abu An-Nu’man berkata, ‘Saya duga maksudnya adalah bulan itu.’ As-Shalt bin Muhammad berkata: Maksud dugaan An-Nu’man adalah bulan Ramadlan.—Orang yang ditanya oleh Nabi SAW menjawab: Tidak wahai Rasulullah. Nabi SAW menyambungnya: Apabila kamu tidak puasa, maka puasalah dua hari (sebagai gantinya). As-Shalt tidak mengatakan redaksi: Saya menduganya itu adalah bulan Ramadlan. (HR Bukhari). 

Berikut doa yang dibaca Rasulullah saw di akhir tahun hijriyah yang sebaiknya di baca 3 kali :


Doa akhir tahun hijriyah


اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Artinya : Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

Selanjutnya memasuki awal tahun, kita perlu membaca doa, supaya di tahun kedepan kita menjadi manusia yang lebih bagus. Doa awal tahun baru hijriyah ini dibaca sejumlah 3x pada malam 1 Muharram.

Berikut doa Rasulullah saw pada awal tahun, yang dicantumkan Sayid Utsman bin Yahya dalam Maslakul Akhyar, seperti dikutif dari "Ini Doa Rasulullah saw di Awal Tahun".


Doa awal tahun hijriyah


اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
 
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
 
Artinya : Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.

Puasa hari tasu'a dan asyura

Anjuran puasa Asyura

Dalam sebuah hadits disebutkan:


وحَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي عُمَرَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَوَجَدَ الْيَهُودَ صِيَامًا، يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي تَصُومُونَهُ؟» فَقَالُوا: هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ، أَنْجَى اللهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ، وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ، فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا، فَنَحْنُ نَصُومُهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ»

 Artinya: Dari Ibnu Abbaz bahwa Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam tiba di Madinah, dan mendapati seorang Yahudi dalam keadaan berpuasa pada hari Asyura. Kemudian Rasulullah bertanya: Hari apa yang kalian puasakan ini?  Mereka menjawab: Ini adalah hari yang agung,  yang mana Allah menangkan Nabi Musa dan kaumnya dan menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya. Dan Nabi Musa berpuasa pada hari itu karena bersyukur. Maka kami pun berpuasa. Rasulullah berkata: Aku lebih berhak dan layak terhadap Nabi Musa dari kalian. Kemudian Rasulullah berpuasa dan memerintahkan untuk puasa Asyura. (Muslim ibn al-Hajjaj, Shahih Muslim, bab Shaumu Yaumi  ‘Asyura, nomor 1130, Bairut: Dar Ihya’ al-Turath al-‘Araby, juz 2, halaman: 796 dan dengan redaksi berbeda dalam kitab Shahih Bukhari, kitab al-Shaum, bab Shiyam Yaumi ‘Asyura, nomor: 2004, Bairut: Dar Ibn Kathir, 2002, halaman: 480)

Keutamaan puasa Asyura salah satunya ialah meleburkan dosa pada tahun lalu, seperti hadits yang diriwayatkan Abi Qatadah. Jika Rasulullah pernah ditanyakan mengenai puasa pada hari Asyura, beliau menjawab: Meleburkan dosa pada tahun lalu.

Dari kalangan ulama sebelumnya atau mutaqaddimin pernah mimpi ditanyakan mengenai puasa yang dikerjakan. Karena itu dia menjawab: Diampuni dosa-dosa selama 60 tahun dengan berpuasa pada hari ‘Asyura. Tentu saja ini dengan berharap keridlaan dari Allah Subhana Wa Ta'ala.

Disamping puasa Asyura, Nabi menyarankan untuk puasa Tasu'a, anjuran ini seperti hadits yang dilansir kitab Irsyad al-Ibad, diriwayatkan oleh Baihaqi:

Anjuran puasa tasu'a


صوموا التاسع و العاشر و لا تشبهوا باليهود 

Artinya: Berpuasalah pada hari kesembilan dan sepuluh (bulan Muharram), dan janganlah menyerupai orang Yahudi. (Zainuddin al-Malibary, Irsyad al-‘Ibad, halaman: 48-49).

Seperti anjuran yang terkandung dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbaz RA: Seandainya umurku sampai pada tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari Tasu’a. Dan di dalam riwayat Abu Bakar: Yakni beserta puasa ‘Asyura. (Imam Abi al-Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Nisaburi, Shahih Muslim, kitab al-Shiyam, bab Ayyi Yaumin Yusaamu fi ‘Asyura’, nomor 1134, Bairut: DKI, 1991, halaman 798 dan Ibnu Majah, Sunan Ibn Majah, penerbit Dar Ihya’ al-Kitab al-‘Arabiyah, bab Shiyam di Yaumi ‘Asyura, juz 1, halaman: 552).

Amalan bulan muharram

Adapun amaliah atau amalan-amalan kebaikan selama dalam bulan muharam yang bisa kita kerjakan sebagai berikut. Untuk amaliah sendiri ini dikutip dari dawuh KH. Djamaluddin Ahmad, jombang yang saat itu sedang melakukan rutinan pengajian di daerah Surabaya, Jawa timur dan juga dari Gus Yahya Junaidi Bojonegoro

Amalan bulan muharram dari KH Djamaluddin Ahmad

  • Puasa di akhir tahun dan awal tahun
  • Puasa pada jumat pertama di bulan muharram
  • Puasa hari kamis, jumat dan sabtu
  • Puasa hari asyuro (tanggal 9 & 10 muharram)
  • Memperbanyak sedekah di tanggal 10 asyuro 

Amalan bulan muharram dari gus Yahya Junaidi

  • Puasa di akhir tahun hijriah: Sesudah asyar membaca doa akhir tahun.
  • Puasa di awal tahun hijriah: Sesudah sholat magrib baca doa awal tahun
  • Puasa hari tasu'a (tanggal 9 muharram): Sesudah sholat maghrib / sholat isya dilanjut sholat sunnah mtlaq 4 rakaat (2 rakaat 1 salam).
    • Bacaan dalam sholat: Setelah membaca fatihah dilanjut membaca surat al ikhlas 50x, 
    • Sehabis salam dilanjut membaca lalu sesudah salam dilanjut membaca Kalimat:
    • Hasbiyallah 70x : حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
    • Dilanjut membaca do'a asyura :
      سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَ مُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وزِنَةَ الْعَرْشِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَ مُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وزِنَةَ الْعَرْشِ، وَاللهُ اَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَ مُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ و لَا مَنْحَأَ مِنَ اللهِ إِلّا إِلَيْهِ، سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَ عَددَ كَلمَاتِ اللهِ التَامَّاتِ كُلِّهَا، وَالْحَمْدُ لِلهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَ عَددَ كَلمَاتِ اللهِ التَامَّاتِ كُلِّهَا، وَاللهُ اَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَ الْوَتْرِ وَ عَددَ كَلمَاتِ اللهِ التَامَّاتِ كُلِّهَا، أَسْأَلُكَ السّلَامةَ بِرَحْمتِكَ يَا اَْرحَمَ الرَّاحِميْنَ، وَ لاحَوْلَ وَ لا قُوّةَ إِلّاَ بِاللهِ الْعَلِّى الْعَظِيْمِ، وَ صلَّى اللهُ عَلىَ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

      Subhanallah mil-al mizan wa muntahal ilmi wa mablagor ridho wa zinatal arsyi, walhamdulillah mil-al mizan wa muntahal ilmi wa mablagor ridho wa zinatal arsyi, wallahu akbar mil-al mizan wa muntahal ilmi wa mablagor ridho wa zinatal arsyi, laa malja-a wa laa manha-a minallahi illa ilahi, subhanallah 'adadas syaf'i wal watri wa 'adada kalmaatillahit taammaati kullihaa, walhamdu lillahi'adadas syaf'i wal watri wa 'adada kalmaatillahit taammaati kullihaa, wallahu akbar 'adadas syaf'i wal watri wa 'adada kalmaatillahit taammaati kullihaa, as-alukas salaamata bi rohmatika yaa arhmar roohimiin, wa laa haula wa laa quwwata illa billahil 'aliyyil adzhim, wa shollallahu 'ala sayyidina muhammadin wa 'alaa aalihi wa ashabihi ajma'in, walhamdulillahi robbil 'alamiin.

      Artinya : "Maha Suci Allah seberat timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan dan timbangan 'arsy. Segala puji bagi Allah seberat timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan dan timbangan 'arsy. Maha Besar Allah seberat timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan dan timbangan 'arsy. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Allah, kecuali hanya kepada-Nya. 
      Maha Suci Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna. Segala Puji bagi Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna.Maha Besar Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna. Kami memohon keselamatan dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Paling Penyayang diantara semua yang penyayang. Dan tiada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
      Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, teriring keluarga dan sahabat beliau. Dan Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
  • 4. Puasa di hari asyuro (10 muharram) 

Semoga amaliah di tahun baru hijriah ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amiin
LihatTutupKomentar